Membuat Kompos Sederhana

Punya halaman di rumah??

Banyak rumput tumbuh??

Sampah dedaunan berserakan??

Bersihkan, buang di tempat sampah trus bakar -)

Kalau daun-daun dan rumput tersebut dibakar rasanya menambah polusi di dunia yang semakin tidak sehat ini. Bagaimana dengan pemanasan global yang digembar-gemborkan selama ini? Apakah kita juga akan membantu semakin rusaknya dunia ini dengan pembakaran-pembakaran yang tidak perlu?

So, bagaimana sampah tersebut dapat dimanfaatkan? Jadikan saja kompos, ya pupuk alami yang sangat bermanfaat dan apabila dikelola dengan seius dapat menghasilkan uang (tapi…, bagaimana mendapatkan bahan-bahan pembuatan komposnya apabila diproduksi secara masal?). Untuk tahap sekarang tidak perlu dipikirkan dulu kompos dapat digunakan untuk menghasilkan uang. Yang perlu kita tanamkan dalam diri kita dengan pembuatan kompos ini adalah :

  1. Menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan sekitar.

  2. Mengurangi polusi

  3. Kompos dapat digunakan untuk pupuk tanaman (kalau saya juga dipakai buat makanan ikan lele). Baru percobaan : Kompos hasil olahan sendiri saya buat untuk memupuk tanaman dan juga memberi makan ikan. Kenapa saya berikan ke ikan lele, karena kompos yang dihasilkan memiliki banyak cacing, serangga dan banyak makanan alami buat pertumbuhan lele.

  4. Memanfaatkan barang yang tidak berguna bagi masyarakat kita pada umumnya untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat.

  5. Bahan-bahan yang sangat mudah didapatkan

Setelah memperhatikan beberapa manfaat yang dapat diperoleh marilah kita mencoba untuk membuat kompos sendiri.

Bahan-bahan dan alat yang diperlukan:

  1. Rumpu, daun kering dan sisa-sisa sayuran

  2. Siapkan kotoran hewan (kotoran sapi, kambing atau yang lainnya) yang sudah agak lama.

  3. Siapkan EM4 (banyak tersedia di toko pertanian).

  4. Karung sebagai media penyimpanan.

Proses pembuatan :

  1. Kumpulkan rumput-rumput, daun-daun kering dan sisa-sisa sayuran menjadi satu.

  2. Potong menjadi beberapa bagian (kira-kira 2-5 cm/bagian). Pemotongan ini diperlukan untuk mempercepat proses pembusukan.

  3. Setelah semua daun/rumput dipotong kemudian direndam dalam cairan EM4 (tidak perlu lama-lama, karena nanti EM4 tersebuta akan disiramkan ke dalam karung) yang telah dicampur dengan air. Ikuti petunjuk pemakaian EM4.

  4. Masukkan kotoran hewan ke dalam karung kira-kira 1/3 bagian.

  5. Masukkan daun/rumput ke dalam karung.

  6. Siram dengan EM4.

  7. Tutup karung.

Selesai sudah proses pembuatan kompos, tapi ini belum berakhir karena untuk mempercepat pertumbuhan bahan-bahan tersebut perlu dibolak-balik komposisinya setiap 2 minggu sekali dan diberi air secukupnya setiap 3 hari.

Sebagai inovasi dapat ditambahkan berbagai macam bahan dalam pembuatan kompos yaitu jerami, daun jagung, dan semua yang berbentuk tanaman :-) . Pada tulisan ini ditekankan untuk daun dan rumput karena memang 2 hal tersebut yang mengganggu penulis.

Tulisan ini dibuat karena kepedulian akan kelestarian lingkungan dan memperoleh hasil pertanian dari pupuk organik.

Pupuk telah digunakan untuk pemupukan tanaman sawi, cabe serta pemberian pakan tambahan untuk ikan lele selain pelet.

thsnk to yayanblog.wordpress.com

About these ads

About tunaskaryaabadifarm

new bussiness

Posted on 27 Mei 2011, in Peternakan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: