Ayam Berpormalin

Jakarta – Suku Dinas (sudin) Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan, mengadakan Inspeksi Mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran Lama dini hari tadi. Sidak ini untuk memastikan daging ayam yang dijual di pasar tersebut tidak mengandung formalin.
Dari 64 ayam yang diambil secara acak sebagai sampel, 15 ayam dinyatakan positif mengandung formalin.
“Hasil yang kami dapat adalah 15 sampel positif memiliki kandungan formalin. Yaitu 11 di daging ayam dan 4 pada usus ayam,” terang Kepala Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan, Chaidir Taufik, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/8/2011).

Chaidir memimpin langsung sidak yang dilakukan pada pukul 03.30 WIB. Mobil laboratorium kesehatan masyarakat veteriner (Lab Kesmavet) yang digunakan untuk meneliti kualitas daging dan ayam turut disertakan dalam sidak ini.

“Sengaja kita bawa agar hasil dari sidak ini bisa langsung diketahui di tempat dan kita bisa langsung menindak pedagang yang ketahuan menggunakan formalin pada dagangannya,” katanya.

64 Sampel ayam yang diteliti terdiri dari 56 daging ayam, 5 usus ayam, 2 jeroan dan 1 sampel air yang digunakan untuk merendam ayam. Sidak ini sengaja dilakukan dini hari untuk mencegah banyaknya pedagang yang sudah tutup warung.

“Kami pilih pagi karena jumlah pedagang ayam lebih banyak daripada siang, dan sidak ini tidak terduga,” ungkap Chaidir.

Hasil ini lanjut Chaidir, sangat mengejutkan. Padahal seminggu sebelumnya, pelarangan penggunaan formalin pada daging ayam sudah disosialisasikan.

Untuk kali ini, kata Chaidir, pihaknya masih akan bertindak persuasif bagi pedagang yang diketahui menggunakan formalin.

“Tapi kalau memang beberapa kali kedapatan memakai formalin, bukan hanya pedagangnya saja yang kita proses hukum tapi
juga pemilik tempat pemotongannya,” tegas Chaidir.

Kepada masyarakat, Chaidir mengimbau agar berhati-hati memilih daging ayam yang ingin dikonsumsi. Masyarakat diharapkan teliti sebelum membeli. Pedagang ayam di Pasar Kebayoran Lama saat ini mencapai 400 pedagang.

“Kalau berformalin daging kesat, lalu tidak ada lalat yang mengerubungi, dan tekstur daging kenyal. Sedangkan yang tidak, dagingnya sedikit berlendir, dan kalau terlalu lama sering dikerubungi lalat,” imbau Chaidir.


About tunaskaryaabadifarm

new bussiness

Posted on 7 Agustus 2011, in Sosial Aktif. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: